Langsung ke konten utama

Arti Pengorbanan

    

    Hidup tak jauh dari sebuah cobaan, setiap orang memiliki kehidupannya masing-masing dan setiap kehidupan pasti ada cobaan dan rintangan yang datang tak menentu. Pun, Kalian tak bisa lepas dari itu semua tapi kalian bisa melewatinya dengan bersabar, berdoa dan berusaha.

    Jadilah pembeda disetiap orang. Kenali diri kamu sendiri dan carilah akan kemana kau bawa kehidupanmu. Bahkan ada diantara manusia yang tak paham akan kemana jalan kehidupan mereka,
mereka hanya bisa menghabiskan waktunya setiap hari. Kata orang sih "Santai Saja" tapi santai itu boleh dengan beberapa keadaan yang akan dituliskan setelah beberapa nasehat yang akan di kutip.


    Kawan; kehidupan bukan hanya tentang tidur dan bangun, makan dan minum, jalan dan duduk. Namun, lebih daripada itu semua, ketika kamu menggunakan seluruh waktu dan usaha kamu dengan maksimal maka buah yang dihasilkan dari setiap tetesan keringat kamu itu akan menjadi buah yang sangat manis. Betapa banyak para tokoh diluar sana yang berhasil dalam kehidupannya seperti BJ. Habibie yang menjadi tonggak motivator terbaik hampir di seluruh pemuda Indonesia bahkan dunia sekalipun. 

    Berbicara keberhasilan. Dahulu BJ. Habibie sebelum kita kenal sebagai Bapak Teknologi Indonesai itu mempunyai jalan perjuangan yang sangat besar. Mari kita kutip beberapa perjuangan beliau mulai dari kecil hingga berhasil menemukan sebuah penemuan besar.

    Bacharuddin Jusuf  Habibie, lahir di Kota Pare-Pare 25 Juni 1936. Sapaan akrab beliau ialah Rudi sewaktu kecil. Rudi anak keempat dari delapan bersaudara dari pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan R.A Tuti Marini. Rudi berlatar belakangan keluarga yang mengedepankan pendidikan terutama dari Ayah beliau. 

    Singkat cerita waktu Rudi shalat berjamaah bersama Ayah, Ibu, dan Saudaranya. Waktu itu mereka mengerjakan shalat isya secara berjamaah dirumah mereka. Namun, ketika sampai pada sujud terakhir tiba-tiba Ayah Rudi yakni Alwi Jalil Habibie menghembuskan nafas terakhirnya saat dalam keadaan sujud.

    Disinilah perjuangan Rudi dimulai, saat Ibu Rudi bersumpah dan bertekad di depan jenazah Suaminya untuk menyekolahkan anak-anaknya sampai selesai. Singkat cerita Rudi beranjak dewasa dan akhirnya pindah ke bandung untuk melanjutkan sekolahnya disana.

    Lambat laun waktu terus berjalan dan tak berhenti, cita-cita Rudi yang ingin menjadi Insyinyur sejak kecil berbuah hasil yang besar. Dia melanjutkan belajar sampai ke jerman dan tahukah kalian bahwasanya Rudi atau BJ. Habibie melanjutkan sekolah dengan biaya mandiri bukan beasiswa dari pemerintah saat itu.

    Banyak lika-liku yang Dia hadapi sesaat di Jerman, bagaimana Dia bisa hidup hemat, dapat nilai memuaskan, bahkan berfikir bagaimana bisa cepat selesai disana. Ibunya yang berjuang di Tanah Air guna Rudi bisa melanjutkan pendidikan di Jerman. Rudi yang bekerja dan kuliah guna untuk mencapai cita-citanya. Hingga pada akhirnya setelah menyelesaikan dan mendapatkan gelar demi gelar. Rudi menemukan sebuah penemuan yang sangat menggemparkan dunia yang Ia namai dengan CRACK. Dengan itulah BJ. Habibie di juluki dengan MR.CRACK dari INDONESIA.

**

    Apa pelajaran yang bisa kita petik dari sebuah pengorbanan Presiden Ketiga kita? Ialah jangan cepat menyerah dalam sebuah usaha ataupun ujian karena dibalik keletihan dan kelelahan itu membuahkan hasil yang sangat manis, jikalau engkau masih merasa malas bacalah tulisan sebelum tulisan ini.

    Tuhan tidak tidur dan Tuhan tahu mana hambanya yang pantas di berikan dan mana yang tak pantas di berikan. Maka dari itu, berjuanglah karean pengorbanan itu tak ada yang sia-sia.

**

Semoga bermanfaat.

Makassar
06 September 2022
- Rama 


    
    

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PAPAN TULIS BERPUTIHKAN KAPUR

  Kupu-kupu, sayapnya cantik nan indah. Warna terang padanya menandakan kegembiraan, kedatangannya dinanti banyak orang saking langkanya, hinggap pada bunga-bunga harum nan indah pula. Kupu-kupu banyak mengajarkan seseorang arti kebahagiaan. Guru, sepanjang waktu pasti akan di kenang. Sebuah lagu waktu itu mengingatkan kita tentang betapa seorang guru dirindui kedatangannya, “Kugendong tas merahku di pundak, selamat pagi semua kunantikan dirimu didepan kelasku menantikan kami, GURU-ku tersayang GURU tercinta tanpamu apa jadinya aku….” Begitulah bunyi lirik-lirik betapa seorang guru dirindukan. Pahlawan itu bernama guru, tanpa tanda jasa adalah julukannya. Guru sepanjang waktu, tetap dikenang oleh siapapun. Tentang uang bukan tujuan dari seorang guru, jabatan hingga tahta bukan tujuan utama seorang guru, melainkan tujuan mulia untuk mencerdaskan setiap orang untuk sebuah perubahan. Guru, terima kasih. Guru sepanjang waktu, begitulah termaktub dalam buku karangan Solikhin Abu...

Serial Singkat Tokoh Ulama Nusantara : Syekh Jami' Bugis.

SYEKH JAMI' BUGIS Ulama Bugis yang Panjang Umur (1255 - 1361 H/1839 - 1942 M) *** Nama lengkap beliau ialah Jami' bin Abdurrasyid Bugis Ar-Rifa'iy....     Dalam beberapa sumber biografi beliau disebutkan bahwa beliau lahir di Danqalah, atau dalam Bahasa Indonesia "Donggala" pada tanggal 21 sya'ban 1255 , atau sekitar 29 Oktober 1839 M. Nama daerah Donggala di Indonesia berada di Sulawesi Tengah. Disebutkan bahwa beliau ini adalah seorang ulama besar dari Bugis dan diberi umur panjang lebih dari 100 tahun, Allahul-Musta'an.     Disebutkan bahwa beliau berangkat ke kota Mekah pada saat dewasa, yaitu sekitar tahun 1270 H/1854 M dan menetap di sana. Beliau menuntut ilmu bersama para sahabat-sahabatnya dari Indonesia juga, di antararany : Sayid Ahmad Dahlan, Syekh Sa'id Babushail, Sayid Husain Al-Habsyiy, Sayid Muhammad Amin RidwanAl-Madaniy, Syekh Falih Azh-Zhahiriy Al-Madany, dan Syekh Abdusy Syakur bin Abdul Jalil Surabaya.     Selama di kota Mekah beli...