Sjafruddin Prawiranegara lahir pada tanggal 28 Februari 1911 di Anyar Kidul, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Dia merupakan anak kedua dari Raden Arsjad Prawiraatmadja seorang yang pernah menjabat camat di Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Sjafruddin Prawiranegara berlatar belakang keluarga taat beragama.
Sjafruddin Prawiranegara mulai menempuh pendidikan pertamanya di sekolah Belanda, yaitu ELS (Europeesche Lagere School) yang setara dengan sekolah dasar saat itu. Kemudian, Sjafruddin Prawiranegara melanjutkan sekolah Belanda yang bernama MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs) yang setara sekolah menengah pertama di Kabupaten Madiun, Jawa Timur pada tahun 1928. Setelah lulus, Sjafruddin Prawiranegara melanjutkan ke sekolah Belanda lagi yang bernama AMS (Algeme[e]ne Middelbare School) yang setara dengan Sekolah Menengah Atas. Lalu, Sjafruddin Prawiranegara melanjutkan pendidikannya dibangku perkuliahan di jurusan sosial ekonomi RHS (Rechtshogeschool) setara dengan Fakultas Hukum di Universitas Indonesia.
***
Sjafruddin Prawiranegara seorang da'i pejuang yang telah berjuang keras, cerdas dan ikhlas. Lantas Sjafruddin Prawiranegara menjadi Presiden PDRI (Pemerintah Darurat Republik Indonesia). Sjafruddin Prawiranegara berinisiatif membentuk Pemerintah Darurat RI, ketika Soekarno dan Mohammad Hatta ditangkap dan diasingkan oleh Belanda ke Pulau Bangka.
Pada tanggal 19 Desember 1948 telah terjadi kevakuman pemerintah setelah Soekarno dan Moh Hatta beserta kabinetnya ditangkap Belanda melalui Agresi Militernya. Sjafruddin Prawiranegara membentuk PDRI sebagai wujud dari imannya kepada Allah Swt.
Dengan berdirinya PDRI telah menyelamatkan pemerintaan RI setelah terjadi Agresi Militer Belanda Ke II pada 19 Desember 1948 atas Ibu Kota Yogyakarta. Saat itu, PDRI berjalan sesuai rencana dibawah pimpinana Sjafruddin Prawiranegara untuk menyelamatkan Republik Indonesia. Bahkan, PDRI menjadi musuh nomor satu Belanda. Tokoh-Tokoh PDRI harus bergerak terus sambil menyamar untuk menghindari kejaran dan serangan Belanda.
***
Sjafruddin Prawiranegara
(Sang Penyelamat Republik)
Selain jasa-jasanya lewat bidang ekonomi dan keuangan, jasa Sjafruddin Prawiranegara yang tak terkira bagi Indonesai adalah saat menyelematkan Republik dengan membentuk PDRI.
Sjafruddin Prawiranegara, meninggal pada tanggal 15 Februari 1989 pada usia 77 tahun
SUMBER :
SANG PENYELAMAT REPUBLIK
(Karya Sriyanti, M.P.I.)
Komentar
Posting Komentar