Langsung ke konten utama

Pilihan dan Penyesalan

Bumi masih memiliki pijakan, di mana setiap pijakan ada ujian di dalamnya. Keberanian menjadi titik penting untuk menopang setiap pijakan. Aku berharap untuk tetap tenang terhadap diriku yang masih menjadi penakut ketika melangkah ke depan dan menaiki anak tangga. Teringat, nasehat datang untuk menenangkan diriku pada sebuah pilihan. Dan, inilah pilihanku....

***

Beradaptasi bukan sesuatu yang mudah, aku hidup di kota Makassar selama 24 tahun. Hari ini aku dihadapkan dengan pilihan yang sulit untuk aku jelaskan kepada semua. Sebuah pengalaman akan membentang besar di hadapanku untuk aku arungi bersama di lautan yang penuh dengan tanda tanya. Kota Makassar yang aku cintai dan menjadi tempat naunganku selama ini, pada waktu yang ditentukan aku akan berpisah dengannya.

Pilihan yang sangat berat untuk aku putuskan saat ini. Sebuah pemberitahuan terdengar di telingaku dan aku merenung sejenak. Apakah aku harus bertahan atau keluar dan menemukan jati diriku?

***

Kota Medan, draft itu menampakkan diri ketika pemberitahuan datang menghampiri. Aku tertekun sejenak, Medan ya...Perasaanku belum terlalu gundah gulana ketika mendengar Kota Medan. Aku mulai gelisah ketika pesan dari Rektor mengirimiku sebuah pesan untuk mengabdikan diri di Kota Makassar. Aku terdiam dan memikirkan sejenak.

Hingga pada akhirnya, aku menemukan celah dalam diriku. Banyak whist list yang harus aku capai dalam hidupku, terutama menemukan jati diri yang sebenarnya. Aku harus mengarungi lautan lebih luas lagi untuk mencapai tujuan dan impian dalam diriku.

***

Kata teman "Pilih yang kamu sedikit penyesalan di dalamnya" pada saat itu pun aku menetapkan diriku untuk memilih Kota Medan. Dengan tujuan, aku harus mengarungi lautan lebih jauh lagi. 

Hingga pada akhirnya, semua akan terbiasa dengan pilihan yang berat untuk menuju kehidupan yang lebih menantang lagi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PAPAN TULIS BERPUTIHKAN KAPUR

  Kupu-kupu, sayapnya cantik nan indah. Warna terang padanya menandakan kegembiraan, kedatangannya dinanti banyak orang saking langkanya, hinggap pada bunga-bunga harum nan indah pula. Kupu-kupu banyak mengajarkan seseorang arti kebahagiaan. Guru, sepanjang waktu pasti akan di kenang. Sebuah lagu waktu itu mengingatkan kita tentang betapa seorang guru dirindui kedatangannya, “Kugendong tas merahku di pundak, selamat pagi semua kunantikan dirimu didepan kelasku menantikan kami, GURU-ku tersayang GURU tercinta tanpamu apa jadinya aku….” Begitulah bunyi lirik-lirik betapa seorang guru dirindukan. Pahlawan itu bernama guru, tanpa tanda jasa adalah julukannya. Guru sepanjang waktu, tetap dikenang oleh siapapun. Tentang uang bukan tujuan dari seorang guru, jabatan hingga tahta bukan tujuan utama seorang guru, melainkan tujuan mulia untuk mencerdaskan setiap orang untuk sebuah perubahan. Guru, terima kasih. Guru sepanjang waktu, begitulah termaktub dalam buku karangan Solikhin Abu...

Arti Pengorbanan

          Hidup tak jauh dari sebuah cobaan, setiap orang memiliki kehidupannya masing-masing dan setiap kehidupan pasti ada cobaan dan rintangan yang datang tak menentu. Pun, Kalian tak bisa lepas dari itu semua tapi kalian bisa melewatinya dengan bersabar, berdoa dan berusaha.     Jadilah pembeda disetiap orang. Kenali diri kamu sendiri dan carilah akan kemana kau bawa kehidupanmu. Bahkan ada diantara manusia yang tak paham akan kemana jalan kehidupan mereka, mereka hanya bisa menghabiskan waktunya setiap hari. Kata orang sih "Santai Saja" tapi santai itu boleh dengan beberapa keadaan yang akan dituliskan setelah beberapa nasehat yang akan di kutip.     Kawan; kehidupan bukan hanya tentang tidur dan bangun, makan dan minum, jalan dan duduk. Namun, lebih daripada itu semua, ketika kamu menggunakan seluruh waktu dan usaha kamu dengan maksimal maka buah yang dihasilkan dari setiap tetesan keringat kamu itu akan menjadi buah yang sangat m...

Serial Singkat Tokoh Ulama Nusantara : Syekh Jami' Bugis.

SYEKH JAMI' BUGIS Ulama Bugis yang Panjang Umur (1255 - 1361 H/1839 - 1942 M) *** Nama lengkap beliau ialah Jami' bin Abdurrasyid Bugis Ar-Rifa'iy....     Dalam beberapa sumber biografi beliau disebutkan bahwa beliau lahir di Danqalah, atau dalam Bahasa Indonesia "Donggala" pada tanggal 21 sya'ban 1255 , atau sekitar 29 Oktober 1839 M. Nama daerah Donggala di Indonesia berada di Sulawesi Tengah. Disebutkan bahwa beliau ini adalah seorang ulama besar dari Bugis dan diberi umur panjang lebih dari 100 tahun, Allahul-Musta'an.     Disebutkan bahwa beliau berangkat ke kota Mekah pada saat dewasa, yaitu sekitar tahun 1270 H/1854 M dan menetap di sana. Beliau menuntut ilmu bersama para sahabat-sahabatnya dari Indonesia juga, di antararany : Sayid Ahmad Dahlan, Syekh Sa'id Babushail, Sayid Husain Al-Habsyiy, Sayid Muhammad Amin RidwanAl-Madaniy, Syekh Falih Azh-Zhahiriy Al-Madany, dan Syekh Abdusy Syakur bin Abdul Jalil Surabaya.     Selama di kota Mekah beli...